Langkah I:
Kenali sistem komputer kita, catat nomor seri dan nomor model. Jika menambahkan suatu komponen, sebutkan model dan nomor versinya.
Langkah II:
Buat disket / CD 'boot' darurat kalau komputer mengalami masalah sehingga Anda tak bisa mengakses hard disk, Anda mesti menggunakan cara lain agar bisa mem-boot sistem. Gunakan disket / CD boot darurat.
Langkah III:
Setel 'hard disk' secara teratur, karena merupakan tempat penyimpan aplikasi, dan yang lebih penting, file data yang kita buat dengan suatu software aplikasi, hard disk membutuhkan perhatian khusus agar dapat tetap bekerja optimal.. Karena Windows menyediakan tempat untuk file, hard disk dapat terpecah-pecah (fragmented). File ditempatkan dalam ruang-ruang kecil di seluruh hard disk, karena tak ada tempat yang cukup besar untuk menyimpannya. Hard disk yang telah ter-fragmented akan membuat akses menjadi lambat dan membuatnya sulit diperbaiki jika terjadi kesalahan (error). Untuk menyatukan kembali (defragment) hard disk berbasis Windows, gunakan program Disk Defragmenter di dalam Programs/Accessories/System Tools.
Langkah IV:
Menyimpan dengan perencanaan. Simpan data secara teratur dan terkategori sesuai folder masing-masing untuk mengurangi risiko terhapusnya program atau data penting. Dan yang lebih penting, hard drive yang tertata baik lebih mudah dan lebih cepat di-back-up.
Langkah V:
Buatlah 'back up' data dan mengkopi, sehingga jika suatu saat data aslinya rusak atau hilang, kita masih bisa memakai duplikatnya dan kita dapat mem-back up hard disk ke dalam disket atau hard drive tambahan (removable). Software yang diperlukan untuk mem-back up data contohnya adalah Nero Express.
Langkah VI:
Untuk mencegah mencegah virus masuk, gunakan program-program antivirus yang banyak beredar. Lakukan pemeriksaan virus sesering mungkin guna mencegah meluasnya infeksi.
Langkah VII:
Jika memasukkan satu program ke dalam sistem Windows, jangan ubah program, nama (rename) direktori programnya atau memindahkan file-nya ke tempat lain. Kalau tidak, komputer kita akan kehilangan jejak untuk menelusurinya.
Langkah VIII:
Debu dapat merusak komponen di dalam komputer. Bersihkan selalu komputer setiap saat untuk menjaga kebersihannya. Bila perlu, gunakan tutup pelindung bila sedang tak digunakan.
Langkah IX:
Matikan komputer sesuai prosedur

No comments:
Post a Comment