Tuesday, August 4, 2009

Wisuda SMK Komputama Majenang


pada hari sabtu 23 mei 2009 smk komputama mengadakan wisuda kelas 3 angkatan 2008/2009 dengan di hadiri 108 siswa kelas 3 dan wali murid serta adik-adik kelas,para tamu undangan.
Acara wisuda ini berjalan dengan meriah dengan eberapa pentas pertunjukan sepertti theater komputama,pertunjukan musik band komputama,dance komputama,dan acara lainnya yang tak kalh lebih seru.
dalam acara pelepasan ini didikuti oleh 49 anak dari jurusan TKJ (tekhnik komputer dan jaringan) dan 59 anak dari jurusan Penjualan. Read More..

kelulusan 100% SMK komputama

Setelah sekian lama terkatung-katung nasib siswa-siswi SMK Komputama akhirnya berakhir dengan happy ending. Setelah sebelumnya dinyatakan tidak lulus karena nilai untuk mata pelajaran produktif tidak keluar. Melihat adanya kejanggalan, maka pihak sekolah berusaha untuk melakukan klarifikasi mengenai kelulusan siswa tersebut. Mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta. Tak sia-sia karena usaha tersebut membuahkan hasil, setelah dilakukan verivikasi ulang ternyata ada kesalahan teknis dalam melakukan scanning lembar jawaban komputer siswa dalam hal pengkodean. Setelah diverifikasi ulang hasilnya sangat memuaskan, yaitu 100% siswa SMK Komputama Majenang lulus untuk UN tahun 2009.
Keberhasilan ini disambut gembira oleh warga Komputama, meskipun berita mengenai polemik kelulusan ini sempat berpengaruh terhadap proses PSB, intinya mereka tetap bersyukur. Karena banyak hikmah yang bisa diambil darhi kejadian tersebut.
TETAP AXIS SMK Komputama Read More..

Sunday, August 2, 2009

Back UP Data

Acronis True Image Enterprise Server 8.0

Solusi yang dimiliki oleh Acronis True Image Enterprise Server ini dapat meminimalkan kerugian perusahaan jika terjadi gangguan sistem pada perusahaan-perusahaan besar.

"Bare-Metal Restore" adalah satu istilah untuk tugas yang harus dilakukan oleh seorang IT untuk membangun kembali sistem Windows Server dari awal. Biasanya hal ini dilakukan apabila sistem server dalam perusahaan besar mengalami masalah. Tentunya cara ini akan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, dalam situasi darurat seperti ini, mutlak diperlukan sebuah solusi untuk mengembalikan kondisi server ke keadaan semula secepat mungkin. Salah satu software yang dikembangkan untuk melakukan hal tersebut adalah Acronis True Image. Software ini mempunyai empat versi: Enterprise Server, SME Server, Corporate Workstation, dan Stand-alone Workstation. Versi server dapat digunakan pada platform Windows Server 2000,Windows Server 2003, NT Server 4.0, dan juga Linux Server, sedangkan versi workstation dapat di-install pada platform Window 9x/ME, NT, dan 2000/XP.

Online Backup

Agar Anda dapat melakukan proses recovery dengan cepat, Anda harus membuat sebuah file image (backup) dari salah satu partisi hard drive. Acronis True Image Enterprise Server ini memiliki satu feature yang sangat baik. Aplikasi ini dapat membuat image ketika sistem masih berjalan. Dengan demikian, software ini dapat meniadakan proses shut down yang biasanya harus dilakukan sebelum pembuatan image.Hal ini juga berarti bahwa server dan user dapat tetap bekerja ketika backup image sedang dibuat.

Feature yang lebih dikenal dengan nama online backup ini dalam pengerjaannya juga didukung oleh teknologi disk imaging yang bernama Acronis Drive Snapshot. Teknologi ini secara efektif akan membekukan satu kondisi disk drive server dalam satu momen. Hasilnya dikenal dengan nama "snapshot". Pembuatan "snapshot" ini berlangsung dalam hitungan detik saja.

Incremental & Acronis Secure Zone

Setelah Acronis True Image Enterprise Server membuat satu backup image, Anda dapat meng-update backup tersebut dengan membuat incremental images. Update ini hanya menyimpan perubahan-perubahan yang terjadi sejak image dibuat. Ukuran file ini jauh lebih kecil daripada full disk image.

Acronis Secure Zone dapat dikatakan sebagai partisi tersembunyi yang terproteksi pada hard drive, sehingga tidak dapat diakses oleh aplikasi Windows lain. Image yang Anda buat pun jauh lebih aman jika disimpan dalam Acronis Secure Zone ini. Ukuran partisi ini dapat diubah dengan mudah. Untuk memastikan bahwa image yang telah Anda buat utuh dan tidak rusak, Anda dapat menggunakan tool disk image verification.

Acronis Startup Recovery Manager

Anda pun dapat mengaktifkan Acronis Startup Recovery Manager yang akan memberikan pilihan saat booting (tombol F11). Tool ini akan mempermudah proses restore image ketika sistem operasi mengalami masalah atau kerusakan, meskipun dengan tampilan ala "Safe-mode".

Tindakan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi situasi apabila server Anda tidak bisa booting lagi adalah dengan membuat rescue media dalam disket atau CD. Dengan cara ini Anda dapat mem-boot Acronis True Image Enterprise Server.

Management Console

Saat Anda menjalankan installer software, terdapat tiga option yang bisa Anda pilih. Selain pilihan untuk meng-install Acronis True Image Management Console, terdapat juga pilihan untuk meng-install Acronis True Image Agent dan Acronis True Image Management Console. Dengan Management Console, Anda dapat melakukan koneksi ke remote komputer yang sudah memiliki software agent. Setelah terkoneksi Anda dapat melihat tampilan software ini seperti Anda mengaksesnya secara langsung. Dari Management Console Anda pun dapat mengidentifikasi berbagai sistem yang ada dan membuat image dari disk drive yang tersebar di jaringan. Read More..

Partisi Harddisk

arios:
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem operasi yang akan digunakan.. Sebuah komputer yang menginstal lebih dari satu sistem operaai biasanya mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat lebih aman, penggunaan ruang hasrddisk yang efisien, memudahkan back up data dan pencarian file.

Dalam sebuah harddisk memiliki beberapa tipe partisi, yaitu :
1. Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.

2. Partisi Extended
Partisi extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.

3. Partisi Logical
Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.

Sebelum kita mempartisi harddisk maka kita harus memperhatikan terlebih dahulu :
 Jenis partisi yang akan kita pakai :
Sesuaikan partisi dengan system operasi yang akan dijalankan, karena system operasi harus berjalan sesuai dengan lingkungannya sendiri, missal :
Windows 95 = FAT 16
Windowa 97 & 98 atau 98SE = FAT16 & FAT32
Windows 2000 & XP = FAT32 & NTFS5
Linux = Ext2 atau Ext3
 Besar kapasitas harddisk harus memenuhi syarat jenis partisi, contoh :
FAT16 = maksimal harddisk 2 GB
FAT32 = seluruh harddisk 850 MB ke atas.
NTFS = maksimal harddisk di atas 1 TeraByte

Software-sofware yang dapat digunakan untuk mempartisi harddisk yaitu sebagai berikut :

a. FDISK

Aplikasi ini sudah ada tersedia di dalam system booting Microsoft windows, tetapi sesuai dengan masing-masing system operasi bootingnya.
Keuntungan Memakai FDISK :

Tersedia Cuma-Cuma dalam CD Master windows atau dibuat di disket system booting s.o bersangkutan.

Kekurangan Memakai FDISK :
Kita hanya dapat membuat jenis partisi sesuai s.o bersangkutan.
Bila kita membuat 2 partisi dalam 1 harddisk, maka hasilnya 1 partisi primary, 1 partisi logical.

CARA PEMAKAIANNYA :

Masukkan disket ke floppydisk atau cd booting ke CDROM.
Ubah system BIOS agar dapat mem-boot terlebih dahulu ke floppydisk atau CDROM (tergantung kita memakai booting disket atau cd) :
External cache : Enable
Quick Power On Self Test : Enable
Boot Sequence : A,C,SCSI  Ubah menjadi CDROM/floppydisk
Swa[ floppy Drive : Disable
Boot Up Floppy Seek : Enable
Setelah booting, pilih menu yang mendukung CDROM atau enter langsung :

Setelah masuk ke system dos, lalu ketik FDISK kemudian tekan enter :

Pilih (Y) untuk FAT32 dan (N) untuk FAT16 :

Pilih no (1) Create DOS partition….. untuk membuat partisi baru, kamudian tekan enter :

Kemudian pilih no (1) Create Primary DOS….. untuk membuat partisi utama (primary) :

Setelah itu plih ya (Y) untuk membuat partisi atau pilih tidak pilih (N) bila ingin membuat partisi lain. Kalau pilih (Y) maka selesai, tekan ESC untuk keluar dari disk dan lakukan langkah selanjutna.

Setelah membuat partisi selesai, restart kembali komputer kita.

Setelah masuk kembali ke dos system, lakukan format harddisk dengan mengetik format diikuti drive yang mau diformat :

Setelah selesai, restart kembali.
Harddisk siap untuk diinstalasi Sistem Operasi.

b. RANISH PARTITION MANAGER.

Aplikasi khusus partisi buatan Ranish.
Keuntungan memakai ranish partition manager yaitu :
- Mudah dipakai
- Dapat membuat berbagai jenis partisi (FAT16, FAT32, NTFS, BEOS, LINUX, dll).
- Dapat membuat 2 buah (lebih) partisi primary.
- Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.

CARA PEMAKAIANNYA :

Masukkan disket ke floppydisk atau cd booting ke CDROM.
Ubah system BIOS agar dapat mem-boot terlebih dahulu ke floppydisk atau CDROM (tergantung kita memakai booting disket atau cd) :
External cache : Enable
Quick Power On Self Test : Enable
Boot Sequence : A,C,SCSI  Ubah menjadi CDROM/floppydisk
Swa[ floppy Drive : Disable
Boot Up Floppy Seek : Enable

Setelah booting, pilih menu yang mendukung CDROM atau enter langsung :

Setelah di system dos, pindah ke drive CDROM, kemudian masuk ke folder dimana Ranish Partition Manager berada, selah itu ketik part kemudian tekan enter.

Menu Ranish Partition Manager :

Untuk memulai membuat partisi baru, pilih bagian yang tertulis unesed pada urutan pertama, kemudian tekan enter.
Kemudian pilih jenis yang akan dipakai, dan tentukan berapa besar partisi akan dibuat (kalau mau membuat 2 partisi), atau langsung tekan ENTER bila ingin memakai seluruh ruang untuk 1 partisi :

Selanjutnya pilih save now untuk menyimpan proses yang sudah dibuat tadi :

Setelah itu pilih format now agar partisi yang telah dibuat tadi langsung diformat :

Setelah itu pilih format untuk memformat harddisk secara normal, atau quick format untuk format harddisk dengan cepat tanpa memeriksa apakah harddisk masih baik atau tidak :

Lakukan pembuatan partisi kembali bila tadi kita membuat lebih dari satu partisi :

Setelah terbentuk partisi baru dan sudah diformat, maka kira harus mengaktifkan salah satu partisi untuk dijadikan system booting (biasanya yang terbesar), apabila tidak kita aktifkan maka harddisk nanti sewaktu kita install system operasi tidak mau booting. Tekan tombol B untuk mengaktifkan partisi system booting (boot flag). Perhatikan !!! Partisi yang sudah diaktifkan ada tanda panah disampingnya :

Setelah selesai, tekan ESC, kemudian pilih Save MBR

Setelah kembali ke DOS, restart kembal komputer.
Harddisk siap untuk diinstal Sistem Operasi.

c. POWERQUEST PARTITION MAGIC.

Aplikasi khusus partisi buatan PowerQuest.
Keuntungan memakai Powerquest Partition Magic yaitu :
Dapat membuat berbagai jenis partisi.
Dapat membuat 2 buah (lebih) partisi primary.
Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.

Kekurangan memakai Powerquest Partition Magiccyaitu :
Kurang baik dipakai untuk pemula.
Karena dijalankan dari windows, maka dapat saja terjadi kerusakan partisi yang tidak kita inginkan.

Format Harddisk
Format harddisk merupakan suatu cara pemberian sistem pada harddisk agar harddisk dapat digunakan seefesien mungkin dengan mengetahui terlebih dahulu sistem operasi apa yang akan digunakan. Format harddisk dilakukan setelah kita selesai mempartisi harddisk.
Sistem yang diberikan pada harddisk kita kenal dengan istilah FAT (File Alocation Table), disinilah kunci dari seluruh pengelolaan informasi pada harddisk atau istilah lainnya File System. File sistem bertugas untuk mengalokasikan ruang data informasi dalam harddisk serta mengatur ruang-ruang yang masih kosong. File sistem juga bertanggung jawab untuk merawat nama-nama file dan direktori serta dimana file-file tersebut ditempatkan. file sistem terdiri dari 3 bagian penting,yaitu (1) boot record dan sistem operasi, (2) direktori dan (3) file-file. Setiap sistem opersai mempunyai file sistem yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis file sistem yang perlu anda ketahui.

FAT 12
Fat 12 merupakan FAT pertama kali yang digunakan dalam sistem operasi DOS pada PC IBM (1981). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 12 bit, sehingga sering disebut FAT 12. Kapasitas maksimal yang terformat oleh FAT 12 adalah 4.086 Cluster, sehingga FAT ini cocok untuk harddisk berkapasitas kecil.

FAT 16
FAT 16 merupakan pengembangan dari FAT 12 yang digunakan pada sistem operasi Windows 95 versi pertama (1990). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 16 bit. Kapasitas maksimal yang terformat adalah 65.526 cluster. Dan biasanya menangani harddisk kapasitas 16 MB-2.048 GB.

FAT 32
FAT 32 muncul karena FAT 12 dan 16 tidak mampu lagi mengelola harddisk berkapasitas besar. FAT ini mendukung sistem operasi windows 95C dan seterusnya. FAT ini menggunakan 28 bit cluster sedangkan 4 bitnya digumakan untuk cadangan/reserved.

NTFS ( New Technology File System)
NTFS umumnya digunakan pada sistem operasi windows NT dan keturunannya. Dibandingkan dengan sistem FAT, NTFS jauh lebih efektif dan aman dalam pengelolaan file, karena file-file NTFS dapat dienskripsi.

HPFS (High Performance File System)
HPFS digunakan pada sistem operasi OS/2 (buatan IBM). HPFS mampu membaca data lebih cepat dibandingkan sistem FAT.

VFAT
VFAT dan FAT berbeda, perbedaannya adalah kemampuan dalam mendukung penamaan file yang panjang, perbaikan performansi sistem operasi, dan kemampuan manajemen data yang baik.
Untuk menyesuaikan penggunaan file sistem dan sistem operasi dapat anda lihat pada tabel berikut ini :
File System Sistem Operasi
FAT 12 DOS versi 1.X dan 2.X
FAT 12 dan FAT 16 DOS versi 3.X-6.X dan Windows 3.X
FAT 12, 16 dan VFAT DOS versi 7 dan Windows 95A
FAT 12, 16, 32 VFAT DOS versi 7.1 dan Windows 95B/C
FAT 32 Windows 95B/C, Win98, ME, 2000 dan XP
NTFS Windows NT, 2000, 2003, dan XP
HPFS OS/2, Windows NT versi lama
EXT2, EXT3, Linux Swap Linux
BeOS BeOS :) Read More..