Saturday, July 11, 2009

Cerita Perjalanan Ke Pangandaran


Aloww sobat sobat,,
jo mw cerita sedikit nih wak tu jo maen ke pangandaran,,tepatnya hari jum'at tanggal 24 April 2009.setelah jo menyelesaikan Ujian Nasional,,ceritannya melepas Setres sehabis berfikir tentang Ujian Nasional..hehehe.jo dan temen-temen SMK Komputama jurusan Tehnik Komputer dan Jaringan ( TKJ ) pergi ke pangandaran, kami berangkat mengunakan sepda motor dengan jumlah anggota 9 orang..tidak lupa sebelum berangkat kita mempersiapkan segala kebutuhan kami, mulai dari pengecekan kendaraan yang kami gunakan sampai kebutuhan pribadi masing-masing. kami berangkat dari majenang pukul 16.00 WIB.yang sebelumnya berkumpul di sebuah kkos-kosan tempat salah satu teman jo tinggal.selama perjalanan kami bercanda hingga kami tiba di tempat.

Kami ga langsung pergi ke pangandaran, melainkan kami singgah dulu di salah satu teman kami yaitu di daerah padaherang. Kamipun bermalam disana, setelah menikmati perjalanan yang begitu melelahkan, kamipun bergegas tidur untuk memulai hari esok yang sangat indah. Tak terasa adzan subuh pun berkumandang,dan kami melaksanakan sholat shubuh ber jama'ah.Sehabis melaksanakan sholat shubuh, teman-temanpun mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan ke pangandaran, akhirnya setelah sarapan pagi kami langsung bergegas berangkat kurang lebih pukul 06.30 pagi. Sepanjang perjalanan kamipun bernyanyi-nyanyi meluapkan kegembiraan..(aku mau kepantai melihat ombak dan sunshine) he…tak terasa mentaripun mulai bersinar mengiri perjalanan yang sangat menyenangkan. Hingga akhirnya kamipun tiba di kawasan bunderan (pintu masuk pantai pangandaran), disana salah satu teman kami mengalami insiden yang kurang mengenakan. Tapi alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan dengan baik.
Kamipun sampai di bibir pantai pangandaran yang sejuk dan indah. Di pantai kamipun melihat lingkungan sekitar yang penuh dihiasi oleh bule-bule yang sedang berlibur. Tak ku sangka dan ku duga ternyata bule-bule itu sangat ramah, kami pun mulai bercanda gurau dengannya. Kamipun menikmati indahnya pantai pangandaran, mulai dari bermain bola di pantai, bermain ombak hingga kamipun naik perahu ke lokasi pantai putih.Tak ketinggalan kamipun pergi ke cagar alam, melihat gua-gua yang sangat indah.hingga kami merasa lelah dean kembali ke pantai menikmati indahnya ombak laut yang bergulung-gulung serasa menghilangkan rasa lelah dan kami bermain bola lagi hingga waktu sore pun tiba.tadinya kami ingin melihat keindahan sunset tapi cuaca hari iu rada mendung,yadah dech jo sama temen-temen pulang kembali ke rumahn teman jo tempat jo menginap,,karna kami terlalu sore,,hingga kami terpaksa menginap kembali.jadi jo pulang ke majenang pagi-pagi hari minggu pukul 07.00 WIB. Read More..

Siswa SMK Demo Tuntut Kejelasan Hasil UN



MAJENANG- Sebanyak 45 siswa SMK Komputama Majenang,jurusan TJK ( Tehnik Komputer dan Jaringan ) menggelar unjuk rasa di sekolah mereka, kemarin. Mereka menuntut kejelasan nilai ujian produktif yang sempat kosong dan hingga kini belum keluar perbaikannya.

Para siswa itu merasa terkatung-katung nasibnya, karena tidak tahu akan lulus atau tidak. Jika tidak lulus mereka harus mengikuti Ujian Nasional Program Kesetaran (UNPK) paket C. Oleh karenanya, mereka menuntut kepada kepala sekolah tersebut agar segera menyelesaikan permasalahan itu.


Zaenul Mustafa, selaku koordinator aksi menyatakan, dia dan teman-temannya tidak ingin disamakan dengan siswa yang lulus Paket C. ’’Kami ini siswa SMK, tidak mau disamakan dengan siswa SMA, apalagi disamakan dengan lulusan paket C,’’ katanya.

Ketidakjelasan itu membuatnya malu di hadapan orang tua dan masyarakat. Hal itu karena orang tua dan masyarakat, sebelumnya telah menganggap mereka tidak lulus. ’’Kami malu, karena di masyarakat ada yang sudah menganggap kami tidak lulus,’’ katanya.

Badrun, siswa lain menyatakan, mereka kesulitan karena tidak mempunyai ijazah SMK untuk mendaftar kerja atau untuk melanjutkan sekolah lagi.
’’Kami menginginkan kepastian, karena dari dulu sekolah menjanjikan saja tapi sekarang tidak ada kepastiannya,’’ katanya.

Merasa Didiskriminasi

Para siswa merasa ada diskriminasi antara SMK swasta dan SMK negeri. Persoalan serupa sebenarnya juga dihadapi SMK negeri, namun lebih cepat diselesaikan. Sedangkan SMK swasta seperti Komputama hingga kini belum ada kejelasan. ’’Kami merasa terzhalimi, karena dibeda-bedakan dengan negeri,’’ katanya.

Menanggapi tuntutan itu, Kepala SMK Komputama Majenang, Fathul Aminudin Azis menjelaskan, pihaknya telah bolak-balik ke Semarang dan Jakarta hingga 4 kali untuk meminta penyelesaian kepada Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan Departemen Pendidikan.

’’Kami bahkan merasa diping-pong karena disuruh bolak-balik Jakarta-Semarang,’’ katanya.

Dia sebenarnya juga bersimpati terhadap nasib siswa-siswinya. Pihak sekolah bahkan telah menghabiskan dana hingga lebih dari Rp 10 juta untuk membantu memperoleh kepastian nilai UN, hingga membantu agar mereka menjalani ujian paket C di Cilacap.

’’Saya meminta kepada anak-anak agar tetap mau mengikuti ujian paket C, karena hal itu sebagai bentuk ikhtiar (usaha) yang kami tempuh agar siswa dapat lulus,’’ katanya.

Mendapat penjelasan itu, siswa tetap menyatakan tidak puas. Karena mereka hanya menginginkan ijazah dari SMK, bukan ijazah dari Kejar Paket C. Meski demikian, mereka membubarkan diri dengan tertib setelah kepala sekolah bersedia menandatangani tuntutan siswanya. Read More..